Kepemimpinan

      Kepemimpinan merupakan proses pengaruh satu arah maupun timbal balik untuk mencapai ketaatan. Menurut Sondang P.Siagian dalam bukunya filsafat administrasi mengatakan "Kepemimpinan merupakan inti dari manejemen, karena kepemimpinan merupakan motor penggerak bagi sumber-sumber dan alat-alat lainnya dalam suatu organisasi."



Di dalam Islam Kepemimpinan identik dengan sebutan Khalifah yang berarti wakil atau pengganti, istilah ini dipergunakan setelah wafatnya Rasulullah SAW namun jika merujuk pada firman Allah SWT:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungghnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi" mereka berkata "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Padahal Kami seantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: ."Sesungguhnya Aku mengetahyi apa yang tidak kamu ketahui."

Dalam menjalankan kepemimpinan terdapat karakteristik-karakterisitik yang harus dimiliki oleh para pemimpin
  • Setia, pemimpin dan yang dipimpin terikat kesetiaan kepada Allah
  • Terikat pada tujuan, seorang pemimpin ketika diberi amanah sebagai pemimpin meliputi tujuan organisasi bukan saja berdasarkan kepentingan kelompok, tetapi juga ruang lingkup tujuan islam yang lebih luas.
  • Menjunjung tinggi syariah dan akhlaq islam, seorang pemimpin yang baik bilamana ia merasa terikat dengan peraturan islam, dan boleh menjadi pemimpin selama ia tidak menyimpang dari syariah. Waktu ia melaksanakan tugasnya ia harus patuh pada adab-adab islam, khususnya ketika berhadapan dengan orang yang dipimpinnya.
  • Memegang teguh amanah, seorang pemimpin ketika menerima kekuasaan menganggapnya amanah dari Allah SWT, yang disertai dengan tanggung jawab. Al Qur’an memerintahkan pemimpin melaksanakan tugasnya untuk Allah dan selalu menunjukan sikap baik kepada orang yang dipimpinnya.
  • Tidak sombong, menyadari bahwa diri kita ini adalah kecil, karana yang yang besar dan maha besar hanyalah Allah, sehingga hanya Allah lah yang boleh sombong. Sehingga kerendahan hati dalam memimpin merupakan salah stu cirri yang patut dikembangkan.
  • Dislipin, konsisten dan konsekwen, merupakan ciri kepemimpinan dalam islam dalam segala tindakan dan perbuatan seorang pemimpin. Sebagai perwujudan seorang pemimpin yang professional akan memegang teguh terhadap janji, ucapan dan perbuatan yang dilakukan,karena ia menyadari bahwa Allah mengetahui semua yang ia lakukan bagaimanapun ia berusaha untuk menyembunyikannya.
  • Cerdas (Fathanah), pemimpin yang cerdas akan dapat mengambil inisiatif secara tepat, cermat, dan cepat ketika menghadapi problem-problem yang ada dalam kepemimpinannya
  • Terbuka (bersedia dikritik dan mau menerima saran dari orang lain), sikap terbuka ini mencerminkan sikap tawadlu’ (rendah hati)
  • Keikhlasan, tanpa keikhlasan amal perbuatan akan sia-sia dalam pandangan Allah.
Jadilah pemimpin seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam agar terjadi ketentraman dan keselarasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.